April 2012 | Dhita Prianthara Blog April 2012 | Dhita Prianthara Blog| software | games | download | PS1 | Free

19 April 2012

Group Aksi Otot

Otot tidak bekerja secara terisolir (bekerja sendirian). Beberapa otot harus bekerja untuk menghasilkan gerakan halus yang terkoordinir sehingga masing-masing otot memiliki peran.

Primemover atau agonis
Otot yang bekerja secara primemover adalah otot-otot yang mengawali dan memulai gerakan.

Antagonis
Otot yang dapat menghsilkan gerakan lawanan  dari gerakan yang dihasilkan oleh otot agonis. Ketika otot agonis bekerja  maka antagonis harus relaks secara reciprokal, yakni secara axact besarnya sama. Ketegangan dari kontraksi agonis adalah sama dengan relaksasi yang dihasilkan oleh otot lawannya (antagonis) agar terjadi gerakan yang halus.

Sinergis
Otot yang bekerja sebagai sinergis  adalah otot-otot yang berkontraksi untuk menyempurnakan suatu posisi sendi atau membuat kerja otot agonis lebih kuat. Otot-otot sinergis paling sering diobservasi kerjanya ketika ot wrot agonis merupakan otot-otot biaxial atau multiaxial, sebagai contoh ekstensor wrist. Otot-otot sinergis juga berkontraksi untuk  mencegah gerakan ekstra  atau tambahan yang mungkin dihasilkan oleh otot agonis. Pada umumnya otot agonis bekerja  tanpa disadari

Fiksator (stabilisator)
Otot stabilisator juga bekerja tanpa disadari untuk menstabisasi perlekatan otot agonis, antagonis dan sinergis. Hal ini tidak berarti bahwa otot-otot fiksator akan menstabilisasi komponen tubuh dan mempertahankan seluruh tubuh dengan kerja salah satu otot tertentu. Lebih baik kerja otot berperan dinamik seperti otot-otot sinergis. Hal ini karena kerja otot fiksator membentuk sekitar 75% dari kerja otot normal setiap hari. Peran otot ini bukan isometrik kecuali selama jangka waktu yang singkat, perannya menjadi isotonik pada perubahan pola gerakan sehingga gerakan menjadi halus. Sebagai contoh otot fiksator yang berada disekitar elbow akan menstabilisasi lengan bawah dan tangan, yang berada di shoulder akan menstabilisasi lengan dan shoulder girdle dan lain-lain.
Otot fiksator yang bekerja pada aktivitas seperti memasukan benang ke jarum akan sangat berbeda dengan kerja otot fiksator pada aktivitas melempar bola yang berat, baik dari kuantitas dan kualitasnya. Pada aktivitas pertama, posisi awal adalah duduk dan otot fiksator akan bekerja mempertahankan posisi duduk. Pada saat gerakan menjepit benang secara halus dan memasukannya ke jarum akan melibatkan kerja otot  shoulder girdle dan lengan sebagai fiksator. Pada aktivitas melempar bola yang berat, otot fiksator akan bekerja dengan perubahan yang cepat saat persiapan tubuh dan melakukan lemparan yang diikutioleh aksi pengereman untuk mencegah hilangnya posisi atau keseimbangan.

Sumber : Klik Disini

READ MORE - Group Aksi Otot

Aplikasi Gratis Mengubah Foto Jadi Kartun

Di Posting kali akan saya sajikan 4 situs yang menyediakan secara gratis aplikasi untuk mengubah foto jadi kartun. Hanya saja sobat harus kehilangan uang untuk akses internet.  Mau coba salah satu? silahkan baca dulu
1. Caricatursoft.com
Untuk menggunakannya cukup mudah sobat tinggal ambil foto di dalam komputer langsung di upload saja, kemudian sekali klik foto sobat akan langsung menjadi kartun.

2. ConvertoCartoon
Aplikasi ini menerima foto dalam gif, jpeg, jpg, png, bmp atau format xbm. Gambar di atas merupakan foto yang sudah diubah menjadi tokoh kartun, gimana keren kan?

3. FaceMaker
Facemaker memungkinkan sobat untuk membuat wajah kartun diri sendiri maupun orang lain. Sobat bisa mencetak dan membagikan ke teman-teman sobat.

4. beFunky
Befunky ini lebih keren lagi karena sobat tak hanya membuat kartun dari gambar saja tapi juga bisa bergerak seperti video. Dengan beFunky sobat juga bisa membuat avatar animasi.


Selamat Mencoba :D

READ MORE - Aplikasi Gratis Mengubah Foto Jadi Kartun

18 April 2012

Apakah MET itu?

MET adalah singkatan dari Metabolic Equivalent, suatu nilai asumsi dari tingkat metabolisme tubuh dalam kondisi istirahat. MET adalah suatu cara yang simple untuk mengukur tingkat kebugaran aerobic. Pengukuran MET dilakukan dengan membagi tingkat konsumsi oksigen maksimum dengan nilai tipikal tingkat metabolisme saat istirahat.

Tingkat konsumsi oksigen maksimum (VO2 max) diukur dengan menggunakan suatu tes fisik singkat namun melelahkan hingga tingkat usaha maksimum, sambil dilakukan pengukuran tingkat gas yang dihasilkan dari pernapasan.

Nilai tingkat metabolisme dilakukan dengan menggunakan satuan unit yang sama (3,5 mililiter oksigen per kilogram massa tubuh).

Anda dapat melakukan pengukuran MET atau MET Test secara detail di tempat-tempat general check-up (dokter atau rumah sakit).

Pengukuran MET secara sederhana dapat juga dilakukan sendiri meskipun hasilnya akan kurang akurat.

Secara umum, hasil / skala pengukuran MET dibagi dalam 5 rentang:

- cukup lumayan untuk lifestyle yg tidak aktif: >7
- cukup lumayan untuk kehidupan yang cukup aktif: >10
- optimal untuk kebugaran hidup: >14
- berkemampuan atlet/ kompetitif: >17
- elite: >20 

Sumber : Klik Disini
READ MORE - Apakah MET itu?

Download Game PC : Angry Birds Space 2012

Ini dia gan yang rame akhir-akhir ini, launching Maret 2012, seri terbaru Angry Birds, bedanya dengan seri angry bird sebelumnya adalah disini kita dituntut untuk bermain dengan grafitasi antara planet-planet sekitar gan. dicoba gan, asik neh, recomendeed.


Tersedia sekitar 60 level yang siap menanti anda di Angry Birds Space, dan tentunya anda siap-siap untuk ketagian bermain Angry Birds Space 2012 ini.

Angry Birds Space 2012 FEATURES :

  • 60 interstellar levels!
  • Regular free updates!
  • Brand new birds!
  • Brand new superpowers!
  • Zero-gravity space adventures!
  • Trick shots using planets’ gravity!
  • New in-app purchases!
  • Hidden bonus levels!
  • Beautifully detailed backgrounds!
System requirements :
  • Windows XP/Vista/7
  • 1 GHz •
  • 256 MB RAM

Cara aktivasi Angry Birds Space 2012 :

  1. Install Angry Birds Space 2012
  2. Setelah install, jangan di jalankan dulu Angry Birds Space 2012 nya.
  3. Copy dan paste file patch ke folder tempat anda menginstall Angry Birds Space 2012 . Misal : C:\Program files\Rovio\Angry Birds Space.
  4. Untuk pengguna windows vista dan 7, klik kanan patch, run as administrator. Untuk windows xp klik 2x aja.
  5. Klik patch, tunggu hingga ada pesan sukses.
  6. Jalankan Angry Birds Space 2012, masukan serial.
  7. Selesai...!! Oiya, file patch setelah anda gunakan bisa anda hapus.
INFO : Di patch dulu baru masukan serial, kalau langsung masukan serial TIDAK AKAN BISA!!


ScreenShot:




Via: MediaFire

Size: 32 Mb

Password: www.onlinejaya.com


READ MORE - Download Game PC : Angry Birds Space 2012

Download Game PC : PacMan

Game ini terkenal sebagai game Purba, alias kuno sekali, tapi keasyikan permainannya tidak akan pernah tergerus oleh modernisasi.
Jadi buat sobat yang ingin nostalgia dengan game ini, atau sekedar ingin merasakan sensasi era tahun jaman doeloe, tentu direkomendasikan untuk memainkan game ini, silahkan mencoba. :)




Via: MediaFire

Size: 5 Mb

Password: www.onlinejaya.com
Sumber : Klik Disini

READ MORE - Download Game PC : PacMan

Tips dan Trik Bermain PES 2012

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tentang Tips dan Trik Bermain PES 2012. Sobat tentunya sudah pada tau kan game PES ini. Di setiap rental PS pasti mayoritas mainin game ini. Dan game ini merupakan game favorit saya sob, sering main ama teman-teman kalau lagi boring atau sepulang ngampus,hehe. Nah sekarang mari kita lihat bersama-sama tutorial atau cara bermain PES.
Tips Trik PES Terbaru
Tips – trik dribble PES 2012 :
  • diagonal bounce : tahan L2, arahkan analog kanan ke kiri dan analog kiri ke atas kanan
  • heel chop : tahan L2, arahkan analog kanan keatas dan analog kiri ke atas
  • Backhell Feint : tahan L2, putar 1/4 lingkaran analog kanan dari arah kiri hingga ke atas dan analog kiri ke arah bawah
  • Rainbow Flick : tahan L2, dan tekan analog kanan 2 kali
  • Ball roll 1 : tahan L2, arahkan analog kanan ke bawah
  • Ball roll 2 : tahan L2, arahkan analog kanan ke bawah lalu ke atas
  • Front Flick : tahan L2, tekan analog kanan dan analog kiri arah kan ke kiri atas (serong)

Tips – Trik crossing PES 2012 :

    * Pertama, Umpan lambung tinggi. Anda cukup menekan tombol O sekali saja.
    * Kedua, Umpan crossing lambung menengah. Anda cukup menekan tombol O dua kali.
    * Ketiga, Umpan crossing mendatar. Anda cukup menekan tombol O tiga kali.

Tips – Trik Freekick / tendangan bebas PES 2012 :

    * Arahkan pemain kita ke sudut yg jauh dari kiper
    * Tekan dan tahan tombol arah bawah, lalu tekan tombol kotak dg power gauge skitar 60%
    * segera lepas tombol arah bawah tadi lalu ganti menekan tombol X+arah dan Bola akan menukik

Tips – Trik Pinalty PES 2012 :
  • pada posisi ini kita cukup menekan tombol kotak (langsung dilepas,) kemudian tunggu beberapa saat sampai pemain bergerak mendekati bola.
  • setelah pemain berada pada posisi di dekat bola, kita pencet tombol arah atas/bawah dengan menekannya sampai pemain menendang bola.

Semoga Bermanfaat :D

READ MORE - Tips dan Trik Bermain PES 2012

17 April 2012

Download Game PC : Legend of Grimrock RELOADED



Legend of Grimrock RELOADED

system requirements

Minimum:
OS: Windows XP Service Pack 3
CPU: Dual Core 2GHz Intel or 2.8GHz AMD
Memory: 2GB
Graphics: ATI Radeon X1600 or NVIDIA GeForce 7600 or better (512MB graphics memory or more. Shader Model 3.0 needs to be supported). Minimum supported resolutions 1280×720 and 1024×768.
DirectX: 9.0c
Disk Space: 1GB

Recommended:
OS: Windows Vista or Windows 7
CPU: Quad Core 2.66GHz Intel or 3.2GHz AMD
Memory: 4GB
Graphics: ATI Radeon HD 2900 or NVIDIA GeForce 8800 or better (512MB graphics memory or more. Shader Model 3.0 needs to be supported)
DirectX: 9.0c
Disk Space: 1GB

Screenshoots:





Download Now

Mediafire Pass : mediafire-games4u


READ MORE - Download Game PC : Legend of Grimrock RELOADED

13 April 2012

SPONDILOSIS SERVIKALIS

BAB I
PENDAHULUAN

Spondilosis servikal merupakan suatu penyakit yang menyerang usia pertengahan dan usia lanjut, dimana diskus dan tulang belakang di leher mengalami kemunduran (degenerasi).
Nyeri leher atau dikenal juga sebagai nyeri servikal, nyeri tengkuk atau cervical syndrome merupakan keluhan yang sering di jumpai di praktik klinik. Tiap tahun 16,6% populasi dewasa mengeluh rasa tidak enak di leher, bahkan 0,6% berlanjut menjadi nyeri leher yang berat. Incidence nyeri leher meningkat dengan bertambahnya usia. Lebih sering mengenai pria daripada Wanita dengan perbandingan 1,67:1. Meskipun dapat sebagai akibat adanya proses patologis pada jaringan lunak, namun lebih sering akibat kondisi yang berhubungan dengan cervical spine. Sumber nyeri leher yang berhubungan dengan cervical spine antara lain cervical spondylosis, radiculapathy atau kompresi pada radix saraf, myelopathy atau kompresi pada medulla spinalis cervical, cedera, iritasi pada otot-otot paraspinal.
Spondilosis servikal disebabkan karena proses penuaan. Perubahan radiologis ditemukan pada 75% pasien diatas 50 tahun yang tidak mempunyai keluhan spontan yang berkaitan dengan leher. Karena perubahan tampaknya lebih dini pada pria, diperkirakan sebagian berhuhungan dengan cedera kerja, namun jarang ditemukan adanya kejadian yang berhubungan langsung. Namun cedera jelas merupakan faktor yang mempresipitasi gejala pada pasien penderita spondilosis.
Pengobatan atau perawatan pada spondilosis servikalis biasanya konservatif, yang yang paling sering digunakan adalah obat anti inflamasi (NSAIDs), modalitas fisik, dan modifikasi gaya hidup. Untuk tindakan pembedahan kadang- kadang dilakukan. Tindakan pembedahan dianjurkan untuk radikulopaty servikal pasien dengan klinis yang berat, gejala progresif, atau kegagalan dengan terapi konservatif.


           BAB II
TINJAUAN KEPUSTAKAAN
II.1 DEFINISI
Spondilosis servikalis merupakan suatu penyakit yang menyerang usia pertengahan dan usia lanjut, dimana diskus dan tulang belakang di leher mengalami kemunduran (degenerasi).

II.2 ANATOMI
                                               
SPONDILOSIS SERVIKALIS
SPONDILOSIS SERVIKALIS
            Cervical spine terdiri atas 7 vertebra dan 8 saraf servikal. Fungsi utama leher adalah menghubungkan kepala dengan tubuh. Stabilitas kepala tergantung pada 7 buah vertebra servikal. Hubungan antara vertebra servikal melalui suatu susunan persendian yang cukup rumit. Gerakan leher dimungkinkan karena adanya berbagai pensendian, facet joint yang ada di posterior memegang peranan penting.Sepertiga gerakan fleksi dan ekstensi dan setengah dari gerakan laterofleksi terjadi pada sendi atlantooccipitalis (dasar tengkorak dengan VC1).Sendi atlantoaxialis (VC1-VC2) memegang peranan pada 50% gerakan rotational. VC2 hingga VC7 memegang peranan pada dua per tiga gerakan fleksi dan ekstensi, 50% gerakan rotasi dan 50% gerakan laterofleksi.
Delapan saraf servikal berasal dari medulla spinalis segmen servikal, 7 saraf servikal keluar dari medula spinalis di atas vertebra yang bersangkutan, namun saraf servikal ke 8 keluar dari medulla spinalis di bawah VC7 dan di atas VTh1 serta costa pertama. Saraf-saraf ini memberikan layanan saraf sensorik pada tubuh bagian atas dan ekstremitas superior berdasarkan pola dermatom. Sedangkan layanan motoris dan refleks dapat dilihat pada table di bawah ini
Tabel 1. Layanan innervasi motorik dan refleks dari akar saraf servikal
Saraf
Innervasi motorik
Refleks
VC 3-5
Diafragma

VC5
otot deltoid, biceps

VC6
ekstensor wrist, abduktor dan ekstensor thumb

VC 5-6

biceps, brachioradialis
VC7
triceps, fleksor wrist, ekstensor jari

VC 6-7

Tricpes
VC8
fleksor jari

VTh1
otot-otot intrinsik tangan









Cervical spine dalam kehidupan sehari-hari bekerja sangat berat, tidak terhitung jumlah gerakan yang harus dilakukan dalam proses menunjang fungsi kepala. Fungsi kepala antara lain berbicara, melihat, membau, mendengar, makan / minum dan menahan keseimbangan sewaktu tubuh bergerak. Setiap gerakan dari bagian tubuh tertentu harus diimbangi gerakan servikal, maka tidak mengherankan nyeri servikal sering timbul.

 II.3 PENYEBAB NYERI SERVIKAL

Struktur ini bila terkena proses penyakit dapat menimbulkan rasa nyeri termasuk di antaranya adalah otot, ligamentum, facet joint, periosteum, jaringan fibrous, discus intervertebralis, osteofit. Penyakit yang mendasarinya (underlying disease) antara lain : rheumatoid arthritis, spondyloarthritis, polymyalgia rheumatica, metastasis tumor ke tulang, diffuse idiopahtic skeletal hyperostosis, ankylosing spondylitis, reactive cervical strain, osteoporosis, diabetes mellitus, alergi. infeksi oleh virus atau bakteri, stress psikologis, kebiasaan tidur yang jelek.
 Selain itu dapat pula berhubungan dengan salah sikap : hiperekstensi pada usia lanjut, trauma akut : whiplash injury akibat tabrakan mobil, olahraga kontak badan. trauma menahun : tukang cat plafon, overuse / penyalahgunaan : menoleh terlalu lama saat memundurkan mobil.


Beberapa kondisi yang berhubungan dengan nyeri servikal :
1. Degeneratif arthritis
Merupakan salah satu kondisi yang sangat sering mengenai leher pada orang setelah umur pertengahan dan menimbulkan rasa nyeri, dikenal juga sebagai CERVICAL SPONDYLOSIS. Termasuk di antaranya adalah OA pada facet joint, degenerasi discus intervertenralis. Keluhan yang sangat sering diungkapkan pada kondisi ini adalah kaku kuduk (neck stiffness) atau rasa nyeri, yang timbul akibat kapsul sendi yang mengandung serabut saraf sangat sensitif terhadap peregangan atau distorsi, selain itu ligamentum dan tendon di leher sensitif juga terhadap regangan dan torsi oleh gerakan yang keras atau overuse leher atau bagian atas punggung, juga osteofit dapat menekan akar saraf atau medulla spinalis.
Radiologis tampak perubahan discus intervertebralis, pembentukan osteofitparavertebral dan facet joint serta perubahan arcus laminalis posterior.Osteofit yang terbentuk seringkali menonjol ke dalam foramen intervertebrale dan mengadakan iritasi atau menekan akar saraf. Ekstensi servikal dapat meningkatkan intensitas rasa nyeri. Perubahan-perubahan ini sering tampak di antrara VC5 dan VTh1, yang menyebabkan timbulnya gejala kaku (stiffness) pada cervical spine bawah dan tidak jarang menimbulkan hipermobilitas kompensatorik cervical spine atas..
2. Cervical radiculopathy
Merupakan nyeri neurogenik. Nyeri terasa tajam dengan intensitas tinggi atau terasa panas seperti terbakar. Pasien mengatakan seperti terkena setrom listrik yang menjalar ke lengan sesuai dengan dermatom akar saraf.
Disebabkan oleh adanya kompresi satu atau lebih akar saraf, 70 – 90% akibat penyempitan foramen intervertebralis, sisanya akibat kompresi oleh HNP, 0,1% radiculopathy akibat spinal stenosis kongenital. Foramen intervertebrale menyempit akibat membesarnya osteofit paravetebral dan facet joint. Bila ukuran lubang foramen perlahan-lahan mengecil, hanya butuh strain cervical yang ringan saja sudah dapat membangkitkan gejala radikuler berapa nyeri atau rasa kebas, yang menjalar dari lateral leher, turun menuju bahu, lengan dan pergelangan tangan. Tergantung akar saraf mana yang mengalami kompresi, tangan sisi radial atau ulnar juga dapat merasakan. Biasanya gejala berlangsung singkat dan dapat muncul pada posisi tertentu. Banyak pasien merasakan peredaan keluhan bila tangan yang terkena diletakkan di belakang kepala (the arm abduction sign).
Gejala yang timbul akibat iritasi atau kompresi pada akar saraf akan berbeda-beda sesuai dengan akar saraf mana yang terkena :
a. VC1 & VC2 : menimbulkan nyeri kepala oksipital. Nyeri terasa tumpul dan difus.   Nyeri dapat sangat hebat sampai kepala dipegang dengan dua tangan, hal ini disebabkan goyangan kepala sedikit saja akan menambah rasa nyeri.
b. VC3 : terasa tebal / kesemutan di pipi posterior dan daerah temporal. VC4   : nyeri meliputi tengah sevikal ke bahu, spina scapula, tengah  deltoid dan  clavicula.
c. VC3 & VC4 : nyeri terasa tumpul dan dalam, merujuk ke bahu. Rasa nyeri bertambah karena gerakan spinal atau perubahan cairan serebrospinal sewaktu batuk atau bersin.
 d.  VC5: nyeri servikal yang berasal dari iritasi akar saraf VC5 hanya 5%
    VC5 - VTh1 : dapat melibatkan traktus piramidal.
 VC6 - VC8 : paling sering terjadi dan umumnya dicetuskan oleh keadaan tertentu    berdasarkan adanya spondilosis. Rasa nyeri dapat merujuk ks dada depan dan disangka nyeri akibat adanya iskemia miokard.



3.       Cervical disk herniation (HNP cervical)
Biasanya ditemukan pada usia muda. Herniasi terjadi akibat adanya kelainan diskus intervertebralis, nucleus pulposus yang berupa material gelatinous yang ada di bagian dalam mengalami prolaps melalui lapisan annulus fibrosus yang serupa ligamentum yang ada di luarnya. Protrusi ini dapat menekan akar saraf dan menimbulkan inflamasi (melibatkan interleukin dan substance P) yang mendasari terjadinya radiculopathy. Herniasi terjadi melalui lesi yang timbul pada annulus posterior di samping kanan dan kiri ligamentum longitudinale posterior. Herniasi ke anterior dan lateral jarang terjadi. Penyebab HNP umumnya karena trauma. Kelainan bawaan annulus jarang ditemukan.
Rasa nyeri terasa tumpul dan dalam atau ngilu.dirujuk ke scapula medial, bahu atas / belakang, bagian posterior lengan bawah, siku, hingga pergelangan tangan. Fleksi servekal ke depan menambah rasa nyeri. Rasa nyeri dapat unilateral atau bilateral tergantung lokasi dan luasanya protrusi. Sebagian besar HNP cervical timbul di antara VC5 dan VTh1, akar saraf VC7 yang paling sering terkena. Khas ditemukan kelemahan otot triceps dan penurunan atau hilangnya refleks disertai nyeri pada sisi medial lengan bawah, serta rasa kebas pada dua jari sisi ulnar.
Pada beberapa kasus, gejala radikuler dapat disertai rasa berat pada kedua tungkai, kesulitan berjalan melalui garis lurus (barefoot heel-to-toe walking), gangguan fine motor skills (memasang kancing baju, memanipulasi benda-benda kecil), Lhermitte phenomenon (fleksi – ekstensi leher diikuti timbulnya rasa nyeri tajam seperti tersengat listrik turun melalui spinal menuju ke lengan dan tungkai). Dapat pula ditemukan penurunan tonus otot-otot tungkai, hiperrefleksi, clonus pergelangan kaki dan refleks patologis (Hoffmann sign dan Babinsky sign), gejala-gejala ini mirip dengan gejala-gejala akibat adanya spinal stenosis yang disertai myelopathy.



Tabel 2. Temuan klinik pada HNP sesuai dengan letaknya
Level HNP
Temuan klinik
VC 5 – 6
Nyeri : puncak bahu; otot trapezius, dengan radiasi ke bagian anterior lengan atas; sisi radial lengan bawah; ibu jari tangan.
Gangguan sensorik : area yang sama di atas.
Kelemahan : fleksi lengan bawah
Refleks : menurun atau hilangnya refleks biceps dan supinator
VC 6 – 7
Nyeri : scapula; area pectoral, medial axilla, dengan radiasi ke posterolateral lengan atas; dorsal siku dan lengan bawah; jari telunjuk dan jari tengah (atau seluruh jari-jari).
Gangguan sensorik : area sama di atas.
Kelemahan : ekstensi lengan bawah, kadang-kadang pergelangan tangan.
Refleks : menurun atau hilangnya refleks triceps.
VC7 – VTh1 (saraf ke 8)
Nyeri : sisi medial lengan bawah.
Gangguan sensorik : medial lengan bawah dan sisi ulnar tangan.
Kelemahan : otot-otot intrinsic tangan.


4. Myelopathy
Menimbulkan nyeri mielogenik. Rasa nyeri terasa seperti gelombang shock merujuk ke bagian bawah spinal, adakalanya merujuk ke keempat ekstremitas. Myelopathy timbul akibat adanya HNP dan servikal spondylosis yang menekan medulla spinalis. Myelopathy pada umumnya berkembang lambat dan gejala memburuk secara perlahan-lahan. Namun pada beberapa kasus dapat berkembang progresif cepat. Tanpa pembedahan, dua per tiga akan memburuk, secara bertahap akan terjadi gangguan BAB dan BAK, pasien akan hidup di atas kursi roda akibat gangguan koordinasi, kelemahan dan sering jatuh. Adanya HNP, osteofit, sklerosis dan hipertrofi kapsul, jaringan lunak dan ligamentum flavum dapat menyempitkan kanalis servikalis, hal ini dapat menekan medulla spinalis secara langsung atau menekan arteri spinalis anterior dan posterior dengan akibat timbul mielopati.
II.4 PATOFISIOLOGI
            Spondilosis servikal merupakan hasil dari degenerasi diskus intervertebralis. Umur diskus, fragmen dan fraktur. Awalnya terjadi dalam nucleus pulposus yang menyebabkan lamella annular pusat tekuk kedalam sedangkan band luar konsentris tonjolan luar annulus fibrosis. Hal ini menyebabkan peningkatan stress mekanik pada kartilago vertebral.
Pembentukan tulang subperiosteal terjadi berikutnya, membentuk bar osteofit yang memperpanjang aspek ventral dari kanal tulang belakang kadang dapat juga melewati batas jaringan saraf. Ini kemungkinan besar untuk menstabilkan vertebra yang berdekatan, yang pergerakkannya berlebihan sebagai hasil dari hilangnya material diskus. Selain itu hipertropi dari proses uncinate terjadi, sering melewati dibagian ventrolateral dari foramina intervertebralis. Iritasi saraf dapat juga terjadi sebagai proteoglikan diskus intervertebralis yang terdegradasi.
Patologi
yang mengenai Lesi  primer mungkin kolapsnya diskus  dengan  protrusi anuler  sekitar  kelilingnya.  Ligamen  terdorong  dari  perlekatannya  pada  tepi badan ruas  tulang  belakang, terbentuk  osteofit  reaktif, dan  ligamennya  sendiri menebal. Bersamaan dengan protrusi anuler, osteofit dan ligament megurangi diameter anteroposterior kanal spinal. Perubahan  osteoartritik pada sendi neuro-sentral, yang berdekatan dengan foramina C3 hingga C7, menyebabkan proliferasi tulang selanjutnya, yang  mempersempit foramina intervertebral yang sudah sempit oleh protrusi diskus dan osteofit. Mobilitas tulang belakang sendiri juga  terganggu,  terbatas karena perubahan diskus memberat dan meluas pada tingkat  yang  tidak terkena diatas dan dibawahnya. Beberapa  faktor berperan pada terbentuknya  tanda dan  gejala. Kord spinal, terletak terikat pada kanal spinal yang menyempit, terancam akan tambahan  kompresi bahkan saat gerak leher normal. Misalnya pada ekstensi, ligamen  flava  melipat  dan  dapat menjadi penyebab kompresi posterior.  Karena gerakan ekstrem yang mencapai kord  merupakan bahaya yang besar, gejala mendadak bisa terjadi setelah fleksi atau ekstensi  berlebihan  akibat  kecelakaan  atau  endoskopi  dengan anesthesia
Myelopathy spondylotik servikal terjadi akibat dari beberapa faktor patofisiologi penting. Ini merupakan statis-mekanis, dinamis-mekanis, iskemia saraf tulang belakang. Pada osteofit, saraf servikal menjadi menyempit yang cenderung untuk mengembangkan terjadinya myelopathy spondylotic servikal.

II.5GEJALA
Spondilosis servikalis menyebabkan menyempitnya kanal spinalis (tempat lewatnya medula spinalis) di leher dan menekan medula spinalis atau akar saraf spinalis, sehingga menyebabkan Kelainanfungsi.
Gejalanya bisa menggambarkan suatu penekanan medula spinalis maupun kerusakan akar sarafnya. Jika terjadi penekanan medula spinalis, maka pertanda awalnya biasanya adalah
·         perubahan pada cara berjalan.
·         Gerakan kaki menjadi kaku dan penderita berjalan dengan goyah.
·         Leher terasa nyeri, teutama jika akar sarafnya terkena.
·         Abnormalitas reflex
·         Mati rasa dan kelemahan pada lengan, tangan, dan kaki
·         Kehilangan kontrol kandung kemih atau usus atau retensi urin
Kelemahan dan penciutan otot pada salah satu atau kedua lengan bisa terjadi sebelum maupun sesudah timbulnya gejala penekanan medula spinalis. Pasien biasanya berumur 40 tahun, mengeluh nyeri leher dan kekakuan. Gejala timbul perlahan – lahan dan sering semakin buruk pada saat bangun tidur. Nyeri dapat menjalar luas kebelakang kepala, otot scapula dan turun kesalah satu atau kedua lengan. Parestesia, kelemahan dan kekakuan kadang- kadang timbul. Secara khas terjadi eksaserbasi gangguan yang semakin berat, dan terdapat periode reda yang relatif lama. Penampilan pasien adalah normal. Nyeri tekan terasa pada otot leher posterior dan daerah scapula, semua gerakan terbatas dan nyeri. Pada salah satu atau kedua lengan kadang-kadang dapat ditemukan baal atau kelemahan dan salah satu refleknya dapat tertekan.

Tanda-tanda Radiologis
                                   
1.      Penyempitan ruang diskus, hanya mengenai satu ruang pada 40%, dua ruang pada 40 %, dan lebih dari pada sisanya. Lebih sediikit dari sepertiga mengenai C5/C6 dan sedikit kurang dari sepertiganya mengenai C6/C7 atau C4/C5, jarang pada C3/C4 terkena dan C7/T1 jarang terjadi.
2.      Perubahan kurva normal, umumnya hilangnya lordosis normal, mungkin terbatas hingga dua tulang belekang berdekatan, dan mobilitas yang terbatas harus dibandingkan saat pengambilan posisi fleksi dan ekstensi.
3.      Osteofit lebih nyata dianterior, namun pertumbuhan berlebihan diposterior lebih penting, penyempitan foraminal tampak hanya pada tampilan oblik.
4.      Indentasi mielografik dura anterior tidak selalu mendukung tingkat maksimal kolaps diskus dan osteofit. Indentasi posterior akibat ligament flava tampak bila film diiambil saat ekstensi. Blok total jarang, naamun bila terjadi bisa berarti proolaps diskus akut.
5.      CT scan yang dilakukan dalam beberapa jam setelah mielogram bisa lebih tepat menentukan tempat dan perluasan kompresi. Perubahan serupa  dapat tampak pada MRI scan sagital.

Pada pemeriksaan fisik
Pada pemeriksaan fisik ditemukan nyeri leher, tanda-tanda radicular, dan tanda-tanda myelopathi. Pasien dengan nyeri leher dari spondilosis sering hadir dengan leher kaku. Ini merupakan tanda spesifik dan penyebab lain dari nyeri leher dan kekakuan (misalnya nyeri miopasial, patologi bahu intrinsik) harus dipertimbangkan.
·         Uji kompresi leher, jika positif sangat berguna untuk menilai pasien dengan radikulopati servikal
Tes ini sebaiknya dilakukan dengan memiliki pasien aktif, mengikuti intruksi untuk menegakkan leher, lateral fleksi, dan memutar ke sisi yang sakit.selanjutnya pada kompresi perlu kehati-hatian dalam memberikan beban aksial. Maneuver ini bekerja dengan mempersempit foramina syaraf ipsilateral selama fleksi dan rotasi sedangkan ekstensi menyebabkan awal diskus posterior menonjol.
·         Dalam myelopathy spondilosis servikal, temuan pemeriksaan yang paling khas adalah disfungsi motorik atas, termasuk hiperaktif reflex tendon dalam, pergelangan kaki dan atau klonus patella, kelenturan ( terutama bagiab bawah kaki), tanda babizki, tanda tanda Hoffman
·         Sebuah tes lain kadang – kadang berguna seperti tes otot pectoralis reflexs.
-Hal ini dilakukan dengan menekan tendon pectoralis dialur deltopektoralis, yang menyebabkan adduksi dan internal rotasi bahu jika hiperaktif. Hasil yang positif menunjukkan kompresi ditulang belakang leher bagian atas (C2-C4).

II.6 FAKTOR RISIKO
Penuaan dan keausan pada tulang belakang adalah faktor risiko utama untuk spondylosis servikal. Selain usia dan jenis kelamin, beberapa faktor risiko untuk spondilosis servikalis adalah Trauma yang berulang – ulang ( membawa beban aksial, menari professional,senam dll)

II.7 PEMERIKSAAN PENCITRAAN
Poto polos tulang belakang leher yang paling sering dilakukan untuk mendiagnosa adanya spondilosis servikal namun pencitraan pilihan tetap MRI karena MRI membantu menunjukkan lokasi penyempitan kanalis spinalis, beratnya penekanan dan penyebaran akar saraf yang terlibat.
§  Foto polos dapat membantu menilai kontribusi aligment tulang belakang dan spondylolisthesis degeneratif stenosis kanal.
§  MRI adalah prosedur non – invasive dan bebas radiasi yang menyediakan pencitraan yang sangat baik dari sumsum tulang belakang dan ruang subarachnoid dan merupakan metode yang sangat sensitive untuk menentukan keterlibatan patologi extradural.

II.8 KOMPLIKASI
spondilosis servikal merupakan penyebab paling umum dari disfungsi saraf tulang belakang pada orang dewasa yang lebih tua. Pada sejumlah kecil kasus, spondilosis servikal dapat memampatkan satu atau lebih saraf tulang belakang - sebuah kondisi yang disebut radikulopati servikal. Taji tulang dan penyimpangan lain yang disebabkan oleh spondilosis servikal juga dapat mengurangi diameter kanal yang saraf tulang belakang. Ketika saluran spinalis menyempit ke titik yang menyebabkan cedera tulang belakang, kondisi yang dihasilkan disebut sebagai myelopathy serviks. Kedua radikulopati servikalis dan myelopathy serviks dapat mengakibatkan cacat permanen.


a.Radikulopati Spondilotik Servikal
               Nyeri  merupakan keluhan utama,tumpul dan sakit pada leher dan bahu dengan nyeri menjalar dari lengan kesiku atau pergelangan. Walau hanya satu akar terkena, nyeri menyebar kesekitar distribusi dermatom, mungkin karena nyeri  juga terjadi didalam otot yang dicatu akar bersangkutan. Nyeri  mungkin juga timbul dari diskus sendiri, menyebabkan nyeri pada leher, daerah trapezius  dan skapuler. Spasme  dan nyeri otot menambah  penyebaran nyeri sekunder, terutama kedaerah oksipital, yang dikeluhkan sebagai nyeri kepal. Parestesia  sering dialami pada lengan  dan ujung jempol (akar C6 akibat lesi C5/6) atau pada jari tengah(C7  akibat  lesi C6/7). Gangguan  sensori,  kelemahan, pengecilan otot dan perubahan refleks biasanya ringan.Keluhan mungkin tampil relatif mendadak, terkadang dipresipitasi oleh trauma, atau dapat terjadi perlahan- lahan;  serangan  berulang  nyeri  akut terjadi pada beberapa  pasien. Terkadang nyeri  berhubungan dengan pergerakan dan posisi. Keadaan ini harus dibedakan dari neuritis  brakhial  postviral, kompresi  pintu  torasik terhadap  pleksus brakhial, dan jeratan  perifer  saraf median  atau ulnar. Yang terakhir ini terkadang tampak bersamaan dengan spondilosis, sindroma 'double crush'.
Tindakan
Mengistirahatkan bagian yang terkena merupakan dasar dari semua metoda.  Gerakan yang memperparah harus dicegah, walaupun ini.merupakan kasus yang  individual. Lengan harus disangga dari bahu yang sehat dengan saling disertai dengan analgesik; pemanasan lokal dan diatermi gelombang pendek mungkin cukup memberikan perbaikan. Fisioterapi aktif dikontra-indikasikan, selain  latihan  penguatan gelang bahu. Anti-inflamatori non- steroidal mungkin bermanfaat. Kolar memberikan immobilisasi yang lebih efektif, terbaik menggunakan kolar jenis  Philadelphia dengan penyangga oksipital dan mental. Kolar cincin sederhana dapat dipakai, namun kolar lembut hanya membuang waktu. Agar efektif, kolar harus dipakai  dengan  benar  dan konsisten. Bila terjadi perbaikan, pemakaian kolar bisa dihentikan secara bertahap. Pasien  bisa  dianjurkan  kembali  bekerja dengan kolar terpasang, dan ini akan bermanfaat karena immobilisasi harus diteruskan  hingga  3  atau 4 minggu setelah nyeri berkurang; pergerakaan normal yang dilakukan secara prematur sering  berakibat kambuhnya penyakit.

b. Mielopati Spondilotik Servikal
         Timbulnya spastisitas tungkai secara perlahan adalah bentuk onset yang paling sering, diketahui pertama-tama bisa berupa kelambatan atau kekakuan  dalam  berjalan. Kelemahan kurang parah bila dibanding peninggian  tonus dan peninggian refleks dalam. Lebih dari duapertiga mengalami gangguan sensori, namun kecuali mielopati memburuk, jarang  mencapai  tingkat  yang  jelas,  dan sering terjadi  pada torasik sebelah atas dari pada servikal;  defisit  lain adalah  jenis radikuler, dan terkadang dijumpai kelainan yang menyerupai  siringo-  mielia.  Banyak yang mengeluh nyeri dan kaku leher, dengan kekakuan tangan serta parestesia pada  osteofit C3/4.Perburukan mendadak mielopati servikal, atau bahkan tampilnya sindroma kord spinal mendadak untuk pertama kalinya, mungkin timbul setelah trauma.  Cedera hiperekstensi   yang  tidak  cukup  untuk   menyebabkan fraktura atau dislokasi adalah yang paling bertanggung jawab untuk mempresipitasi lesi spinal transversa  pada pasien dengan spondilosis servikal, bahkan walau  tetap asimtomatis. Tergelincir atau jatuh pada kepala (dengan akibat abrasi frontal) adalah mekanisme yang umum, tapi juga  hiperekstensi  pada saat tindakan  bedah  seperti tonsilektomi,  bronkhoskopi  dan  esofagoskopi;  bahkan manipulasi untuk memasang pipa endotrakheal oleh ahli anestesi dapat membahayakan kord, terutama ketika semua spasme  otot protektif dihilangkan oleh obat  relaksan. Sindroma  kord  sentral yang terjadi  menimbulkan  lesi neuron  motor  bawah  pada  tangan  serta   spastisitas tungkai.  Setelah  berjalan  18  bulan,  sekitar   50 %  membaik.
Tindakan
        Riwayat sebenarnya, tidak akan mengarahkan  perjalanan biasanya lambat. Sekali gejala tampil, dekompresi beda harus  dipertimbangkan,  baik mewlalui  jalur anterior maupun posterior. Pada pendekatan anterior dilakukan pengangkatan disk bersangkutan bersama dengan  batang  osteofit. Dekompresi harus diperluas  kelateral yaitu keproksimal kanal akar. Pasak  tulang  allograf  atau tulang  yang  disterilkan  dengan  cara  radiasi  serta  diliofilisasi  dipakai  menggantikan lubang jaringan dengan ukuran yang sama, mengisi badan ruas tulang belakang  berseberangan dan disk yang berdegenerasi diantaranya (operasi Cloward). Ini bisa dilakukan  pada dua atau tiga tingkat bila diperlukan. Terkadang fiksasi  anterior tambahan dengan memakai  pelat  metal diperlukan. Dengan seleksi yang teliti, 70-80 % pas membaik.
 
II.9PENATALAKSANAAN

Tanpa pengobatan, tanda-tanda dan gejala spondilosis servikalis biasanya menurun atau stabil. Kadang –kadang ada yang memburuk. Tujuan pengobatan adalah untuk mengurangi nyeri, membantu untuk mempertahankan kegiatan yang biasa dilakukan dan mencegah ke sumsum tulang belakang dan saraf.
Ada 3 jenis penanganan :
-          Ringan
-          Serius
-          Operasi

·         Penanganan kasus – kasus ringan
-          Memakai penjepit leher ( collar neck) untuk membantu membatasi gerakan leher dan mengurangi iritasi saraf.
-          Minum obat penghilang rasa sakit seperti aspirin, ibuprofen, (advil, Motrin) atau asetaminofen.
-          Melakukan latihan yang diintruksi oleh ahli terapi fisik untuk merengangkan leher dan bahu. Latihan oerobik juga dapat dilakukan seperti berjalan dll.

·         Pengobatan kasus yang lebih serius
           
Untuk kasus yang lebih berat, perawatan nonsurgical mungkin termasuk:
-          Traksi pada leher untuk satu atauu dua minggu untuk mengurangi tekanan pada saraf tulang belakang.
-          Modifikasi latihan dengan istirahat berselang. Orang- orang yang tetap aktif dianjurkan tetap istirahat dalam posisi yang nyaman agar tidak memperburuk rasa sakit dan pulih lebih cepat.
-          Mengambil relaksan otot, saraf atau pil penghilang rasa sakit (methocarbaamol/ robaxin  atau cyslobenzaprine terutama jika terjadi kekejangan otot leher.
-          Penyuntikan obat kortikosteroid di sekitar diskus dan saraf antara tulang belakang. Injeksi kortikosteroid mengkombinasikan  obat dengan obat bius local untuk mengurangi rasa sakit dan perandangan. Obat- obat ini dapat membantu mencegah kebutuhan operasi.
-          Rawat inap untuk mengontrol rasa nyeri intravena mungkin diperlukan dalam kasus-kasus yang jarang terjadi ketika perawatan nonsurgigal lain gagal.
·         Operasi
           
Jika pengobatan konservatif gagal atau jika tanda-tanda dan gejala neurologis ada seperti kelemahan di lengan atau kaki yang semakin memburuk, perlu pembedahan. Prosedur bedah akan tergantung pada kondisi yang mendasari seperti tulang menonjol atau stenosis tulang belakang. Pilihan bedah yang paling umum mencakup:
·         Pendekatan frontal (anterior).
Dokter bedah akan membuat sebuah irisan di bagian depan leher dan bergerak kesamping tenggorokan (trakea) dan kerongkongan untuk mengekpos tulang belakang leher. Ini dilakukan agar dapat mencabut diskus hernia atau tonjolan tulang, tergantung masalah yang mendasarinya.
·         Pendekatan posterior
Dokter bedah dapat melakukan pembedahan dari belakang, terutama jika beberapa bagian sarat telah menyepit. Operasi ini disebut laminectomy, untuk mrnghilangkan bagian tulang belakang diatas kanal tulang belakang melalui insisi belakang leher.
Risiko operasi
Resiko dari prosedur ini termasuk infeksi, pendarahan, gumpalan darah di vena kaki dan kerusakan saraf. Selain itu, operasi tidak mungkin menghilangkan semua masalah yang terkait dengan kondisi, karena beberapa saraf pada medulla spinalis mengalami kerusakan yang menetap.
  BAB III
KESIMPULAN
·         Spondilosis servikalis merupakan suatu penyakit yang menyerang usia pertengahan dan usia lanjut, dimana diskus dan tulang belakang di leher mengalami kemunduran (degenerasi).
·         Cervical spine terdiri atas 7 vertebra dan 8 saraf servikal. Fungsi utama leher adalah menghubungkan kepala dengan tubuh. Stabilitas kepala tergantung pada 7 buah vertebra servikal.
·         Spondilosis servikalis menyebabkan menyempitnya kanal spinalis (tempat lewatnya medula spinalis) di leher dan menekan medula spinalis atau akar saraf spinalis, sehingga menyebabkan Kelainan  fungsi.
Gejalanya bisa menggambarkan suatu penekanan medula spinalis maupun kerusakan akar sarafnya. Jika terjadi penekanan medula spinalis, maka pertanda awalnya biasanya adalah
o   perubahan pada cara berjalan.
o   Gerakan kaki menjadi kaku dan penderita berjalan dengan goyah.
o   Leher terasa nyeri, teutama jika akar sarafnya terkena.
o   Abnormalitas reflex
o   Mati rasa dan kelemahan pada lengan, tangan, dan kaki
o   Kehilangan kontrol kandung kemih atau usus atau retensi urin
·         Faktor risiko spndilosis adalah penuaan dan keausan pada tulang belakang . Selain usia dan jenis kelamin,  ada beberapa faktor risiko untuk spondilosis servikalis seperti Trauma yang berulang – ulang ( membawa beban aksial, menari professional)
·         Pemeriksaan yang digunakan selain foto polos, MRI juga menjadi modalitas karean MRI membantu menunjukkan lokasi penyempitan kanalis spinalis, beratnya penekanan dan penyebaran akar saraf yang terlibat.
·         Pengobatan pada spondilosis servikal berupa tindakan konservatif, Jika pengobatan konservatif gagal atau jika tanda-tanda dan gejala neurologis ada seperti kelemahan di lengan atau kaki yang semakin memburuk, perlu pembedahan.
SSumber : Klik Disini


READ MORE - SPONDILOSIS SERVIKALIS

Template by : dhitaprianthara Copyright@2012