Fisioterapi | Dhita Prianthara Blog Fisioterapi | Dhita Prianthara Blog| software | games | download | PS1 | Free

16 November 2010

Fisioterapi

Physical theraphy (atau dalam bahasa Indonesia Fisioterapis) adalah adalah suatu profesi pelayanan kesehatan yang menyediakan jasa ke indivudu atau masyarakat dalam mengembangkan, memelihara, dan memaksimalkan kembali gerak dan fungsinya dalam kehidupan. Ini termasuk menyediakan jasa dalam keadaandimana gerak dan fungsinya mengalami gangguan contohnya penuaan luka-luka, pemyakit, atau factor lingkungan. Fungsi gerak adalah elemen pusat dalam kesehatan.

Fisioterapis mempunyai kaitan dalam mengidentifikasi dan memaksimalkan kualitas hidup dan potensial gerak dengan metode promosi, pencegahan, treatment/intervention, habilitation dan rehabilitasi. Ini meliputi fisik, psikologi, emosional, dan kesejahteraan social. Termasuk interaksi antara fisioterapis dengan pasien, para profesional kesehatan, keluarga-keluarga, para pemerhati, dan masyarakat dalam proses dimana potensial gerak dievaluasi dan secara objaktif disetujui, menggunakan pengetahuan dan keterampilan unik untuk terapi fisik. Terapi fisik atau proses fisioterapi dilakukan oleh fisioterapis atau asisten fisioterapi yang berada di bawah perintahnya.

Fisioterapis mempunyai banyak spesialisasi yang mencakup cardiopulmonary, geriatrik, mengenai ilmu penyakit syaraf, orthopaedic dan ilmu kesehatan anak-anak untuk menyebut sebagian dari area yang semakin umum. Fisioterapis menjalankan profesi dalam banyak bidang, seperti klinik rawat jalan atau kantor, fasilitas rehabilitasi orang yang dirawat di r.s., fasilitas perawatan yang diperluas, kunjungan ke rumah, pendidikan dan pusat penelitiann, sekolah, rumah perawatan, tempat kerja industri atau profesi yang berhubungan dengan lingkungan, pusat kebugaran dan fasilitas pelatihan olahraga.
Kualifikasi pendidikan sangat diintesifkan oleh Negara. Jenjang pendidikan bagi beberapa Negara hanya sedikit mendirikan pendidikan formal sedangkan yang lain mewajibkan program master dan doktoral.

SEJARAH

Dokter seperti hipocrates dan hector dipercaya sebagai yang pertama melakukan fisioterapi yang primitive, menyarankan pemijatan (hipocrates) dan hydroterapi (hector) pada masyarakat zaman 460 sebelum masehi. Dokumentasi paling awal mengenai praktek fisioterapi yang professional, bagaimanapun, kembali ke tahun 1894 ketika empat perawat di inggris membentuk Chartered Society of Physiotherapy. Negara-negara lain segera mengikuti dan memulai program pelatihan formal, seperti Sekolah Physiotherapy di Universitas Otago di Selandia Baru di tahun 1913, dan di Amerika tahun 1914 di Reed College, Portland, Oregon.

Penelitian mempercepat gerakan fisioterapi. Penelitian pertama fisioterapis di publikasikan pada maret 1921 dalam PT review. Pada tahun yang sama Mary McMilan membentuk Physical Therapy Association (sekarang disebut American Physical Therapy Association (APTA). Di tahun 1924, Georgia Warm Springs Foundation mempromosikan fisioterapi sebagai perawatan terhadap penyakit polio.

Perawatan sampai tahun 1940 terutama semata terdiri dari latihan, pijatan, dan traksi. Prosedur manipulatif pada tulang belakang dan sendi ekstrimitas mulai untuk dipraktekkan, terutama di negara-negara Persemakmuran Inggris, pada awal 1950-an. Pada dekade berikutnya, fisioterapis memulai bergerak ke praktik diluar rumah sakit, ke pasien rawat jalan klinik bedah tulang, sekolah negeri, universitas, pengaturan berkenaan dengan geriatrik ( fasilitas keterampilan merawat), pusat rehabilitasi, rumah sakit, dan pusat medis.

Spesialisasi untuk fisioterapi di U.S. terjadi tahun 1974, pada bidang Orthopedic dari APTA untuk fisioterapis yang mengkhususkan spesialisasi di Orthopedic. Di tahun yang sama, International Federation of Orthopaedic Manipulative Therapy dibentuk, yang telah memainkan suatu peran penting di dalam mempercepat therapy manual yang di seluruh dunia yang pernah ada.
Sampai saat ini fisioterapi terbagi-bagi ke beberapa bidang spesialisasi karena ilmunya yang luas spesialisasi itu meliputi cardiopulmonary, geriatric, neurological, ortopedik, pediatrik, dan integumentary.

Artikel Terkait:

0 comments:

Post a Comment

Silahkan beri komentar sobat di bawah ini!
Komentar sobat akan sangat bermanfaat bagi kemajuan blog ini! :D Jangan lupa follow blog ini juga ;)
Mohon untuk tidak menggunakan nama ANONIM!
No SPAM !!!

Template by : dhitaprianthara Copyright@2012