MICROWAVE DIATHERMY (MWD) | Dhita Prianthara Blog MICROWAVE DIATHERMY (MWD) | Dhita Prianthara Blog| software | games | download | PS1 | Free

15 December 2010

MICROWAVE DIATHERMY (MWD)

1. Pengertian
Micro Wave Diathermy merupakan suatu pengobatan menggunakan stressor fisis berupa energi elektromagnetik yang dihasilkan oleh arus bolak-balik frekuensi 2450 MHz dengan panjang gelombang 12,25 cm.

2. Produksi dan Penerapan
Prinsip produksi gelombang mikro pada dasarnya sama dengan arus listrik bolak-balik frekuensi tinggi yang lain, hanya untuk memperoleh frekuensi yang lebih tinggi lagi diperlukan suatu tabung khusus yang disebut magnetron. Magnetron ini memerlukan waktu untuk pemanasan, sehingga output belum diperoleh segera setelah mesin dioperasikan. Untuk itu mesin dilengkapi dengan tombol pemanasan agar mesin tetap dalam posisi dosis nol antara pengobatan satu dengan yang berikutnya. Pada posisi tersebut tabung tetap mendapatkan arus listrik, tetapi dosis ke pasien nol, sehingga terhindar dari seringnya perubahan panas.

Arus dari mesin mengalir ke elektroda melalui co-axial cable, yaitu suatu kabel yang terdiri dari serangkaian kawat di tengah yang diselubungi oleh selubung logam yang dikelilingi suatu benda isolator. Kawat dan selubung logam tadi berjalan sejajar dan membentuk sebagai kabel output dan kabel bolak-balik dari mesin. Konstruksi kabel semacam ini diperlukan untuk arus frekuensi yang sangat tinggi dan panjangnya tertentu untuk suatu pengobatan.

Co-axial cable ini menghantarkan arus listrik ke sebuah area dimana gelombang mikro dipancarkan. Area ini dipasang suatu reflektor yang dibungkus dengan bahan yang dapat meneruskan gelombang elektromagnetik. Konstruksi ini dimaksudkan untuk mengarahkan gelombang ke jaringan tubuh yang disebut emitter, director atau aplicator atau sebagai elektrode.

3. Penerapan Pada Jaringan
Emitter yang sering juga disebut elektrode atau magnetode terdiri dari serial, reflektor, dan pembungkus. Emitter ini bermacam-macam bentuk dan ukurannya serta sifat energi elektromagnetik yang dipancarkan. Antara emitter dan kulit di dalam teknik aplikasi terdapat jarak berupa udara. Pada emitter yang berbentuk bulat maka medan elektromagnetik yang dipancarkan berbentuk sirkuler dan paling padat di daerah tepi. Pada bentuk segi empat medan elektromagnetik yang dipancarkan berbentuk oval dan paling padat di daerah tengah.

Energi elektromagnetik yang dipancarkan dari emitter akan menyebar, sehingga kepadatan gelombang akan semakin berkurang pada jarak yang semakin jauh. Berkurangnya intensitas energi elektromagnetik juga disebabkan oleh penyerapan jaringan. Jarak antara kulit dan emitter tergantung pada beberapa faktor antara lain jenis emitter, output mesin dan spesifikasi struktur jaringan yang diobati. Pada pengobatan daerah yang lebih luas diperlukan jarak yang lebih jauh dan memerlukan mesin yang output nya lebih besar.


4. Efek Fisiologis
a. Perubahan Temperatur

1) Reaksi Lokal Jaringan

a) Meningkatkan metabolisme sel-sel lokal ± 13 % tiap kenaikan temperatur 1°C.

b) Meningkatkan vasomotion sphincter sehingga timbul homeostatik lokal dan akhirnya terjadi vasodilatasi lokal.

2) Reaksi General
Mungkin dapat terjadi kenaikan temperatur, tetapi perlu dipertimbangkan karena penetrasinya dangkal ± 3 cm dan aplikasinya lokal.

3) Consensual efek
Timbulnya respon panas pada sisi kontralateral dari segmen yang sama. Dengan penerapan MWD, penetrasi dan perubahan temperatur lebih terkonsentrasi pada jaringan otot, sebab jaringan otot lebih banyak mengandung cairan dan darah.

b. Jaringan Ikat
Meningkatkan elastisitas jaringan ikat seperti jaringan collagen kulit, otot, tendon, ligamen dan kapsul sendi akibat menurunnya viscositas matriks jaringan tanpa menambah panjang serabut collagen, tetapi terbatas pada jaringan ikat yang letak kedalamannya ± 3 cm.

c. Jaringan Otot
Meningkatkan elastisitas jaringan otot dan menurunkan tonus melalui normalisasi nocicencorik dan penurunan iritasi sisa metabolisme otot.

d. Jaringan saraf
Meningkatkan elastisitas pembungkus jaringan saraf, meningkatkan konduktivitas serta ambang rangsang saraf.

5. Efek Terapeutik

a. Nyeri, hipertonus dan gangguan vascularisasi
Menurunkan nyeri, normalisasi tonus otot melalui efek sedatif, serta perbaikan metabolisme.

b. Penyembuhan luka pada jaringan lunak
Meningkatkan proses perbaikan atau reparasi jaringan secara fisiologis.

c. Kontraktur jaringan
Dengan peningkatan elastisitas jaringan lunak, maka dapat mengurangi proses kontraktur jaringan. Ini dimaksudkan sebagai persiapan sebelum pemberian latihan.

d. Gangguan konduktivitas dan ambang rangsang jaringan saraf
Apabila elastisitas dan ambang rangsang jaringan saraf semakin membaik, maka konduktivitas jaringan saraf akan membaik pula.

6. Indikasi dan Kontraindikasi MWD

a. Indikasi
1) Post akut musculoskeletal injuri
2) Kerobekan otot dan tendon
3) Penyakit degenerasi sendi
4) Peningkatan extensibilitas collagen
5) Mengurangi kekakuan sendi, bursitis
6) Lesi kapsul
7) Myofascial trigger point
8) Mengurangi nyeri subakut dan nyeri kronik.

b. Kontraindikasi
1) Akut traumatik musculoskeletal injuri
2) Kondisi-kondisi akut inflamasi
3) Area ischemia dan efusi sendi
4) Mata, Contact Lens
5) Malignancy, Infeksi
6) Area pelvic selama menstruasi, testis dan kehamilan
7) Pemasangan metal/besi pada tulang, cardiac pacemakers, alat-alat intrauterine.

Artikel Terkait:

0 comments:

Post a Comment

Silahkan beri komentar sobat di bawah ini!
Komentar sobat akan sangat bermanfaat bagi kemajuan blog ini! :D Jangan lupa follow blog ini juga ;)
Mohon untuk tidak menggunakan nama ANONIM!
No SPAM !!!

Template by : dhitaprianthara Copyright@2012