Efek dari Ketuaan dan Disuse Terhadap Tubuh Pada Nyeri Bahu | Dhita Prianthara Blog Efek dari Ketuaan dan Disuse Terhadap Tubuh Pada Nyeri Bahu | Dhita Prianthara Blog| software | games | download | PS1 | Free

27 April 2011

Efek dari Ketuaan dan Disuse Terhadap Tubuh Pada Nyeri Bahu


undefined 

Nyeri bahu sering dialami oleh hampir seluruh masyarakat, gak kenal itu tua muda bahkan anak2 pun juga sering ngalami hal kyak gini. Sayang, gangguan sendi bahu ini kerap diremehkan dan dianggap sepele. Paling-paling karena terlalu lelah atau kurang bergerak. Begitu biasanya kita berpikir. Padahal, bila tidak segera diatasi, kualitas hidup penderita bakal terganggu. Kelainan yang juga sering menyebabkan nyeri bahu pada usia lanjut adalah ruptur dari tendon biseps. Ruptur menyebabkan pengurangan kekuatan otot biseps dan tindakan pembedahan diperlukan untuk mengembalikan kekuatan otot biseps. Penyebab yang tersering dijumpai adalah chronic rotator cuff tears. Terapinya serupa dengan yang dilakukan pada kaum berusia muda, hanya pada kasus yang lebih kronis tindakan konservatif lebih berfaedah dibanding dengan operatif. Jika telah dilakukan tindakan operatif maka harus dicegah imobilisasi yang terlalu lama karena akan menimbulkan capsulitis adhesiva.
Kelainan PSD pada bahu sering menyebabkan keluhan yang berat. Pada kebanyakan kasus caput humeri akan bermigrasi ke superior dan terkunci ke dalam akromion sehingga akan menyebabkan nyeri yang serius. Tindakan seperti arthrodesis dapat dilakukan walau pada kenyataannya tindakan penggantian sendi total jauh lebih berguna dalam mengurangi nyeri dan disfungsi anggota gerak. Nyeri bahu pada usia lanjut juga dapat disebabkan oleh adanya pengalihan nyeri dari tempat yang lain (referred pain). Kelainan patologis yang primer umumnya terletak pada vertebra cervicalis, otot paraspinal dan otot leher, plexus brachialis, ataupun suatu tumor paru apical (Pancoast’s tumor).
Bokong merupakan suatu struktur yang banyak menahan beban berat tubuh manusia. Sebagai konsekuensinya, berbagai proses degenerasi dan inflamasi akan menyebabkan keluhan yang nyata pada penderita. PSD di daerah bokong sering diatasi dengan NSAID, penggunaan tongkat, dan olah raga yang ringan.
Penyebab lain dari nyeri bokong yang cukup sering dijumpai pada usia lanjut adalah bursitis trochanterica, penyakit vaskular perifer, tumor abdominal ataupun pelvis, dan pseudogout (chondrocalcinosis). Pada penderita yang sering mendapatkan terapi kortikosteroid kemungkinan avascular necrosis perlu dipertimbangkan.

Sumber


Artikel Terkait:

0 comments:

Post a Comment

Silahkan beri komentar sobat di bawah ini!
Komentar sobat akan sangat bermanfaat bagi kemajuan blog ini! :D Jangan lupa follow blog ini juga ;)
Mohon untuk tidak menggunakan nama ANONIM!
No SPAM !!!

Template by : dhitaprianthara Copyright@2012