3 Suku Teraneh Di Dunia | Dhita Prianthara Blog 3 Suku Teraneh Di Dunia | Dhita Prianthara Blog| software | games | download | PS1 | Free

19 December 2011

3 Suku Teraneh Di Dunia

1.    1. Suku terprimitif

Ternyata di jaman yang serba modern seperti saat ini masih ada suku yang sama sekali tak tersentuh kemajuan peradaban manusaia  gann alias primitaif . Itulah temuan terbaru dari kelompok Survival International. Satu suku Indian Amazon (di dekat perbatasan antara Brasil dan Peru) yang merupakan salah satu dari suku yang terakhir kali tak tersentuh modernisasi dunia berhasil diabadikan dari udara. Tubuh mereka dibalur cat berwarna merah cerah dilengkapi dengan panah dan busur
Salah satu gambar yang bisa kita saksikan adalah melalui situs Survival International yang menampilkan dua pria suku Indian yang dilabur warna merah cerah membidik panah berapi mereka ke pesawat pengintai, sementara yang lain tengah mengamati pesawat tersebut dengan terheran-heran.

Foto lainnya menunjukkan sekitar 15 orang suku Indian berada dekat gubuk kayu sangat primitif, di mana beberapa dari mereka tengah mempersiapkan panah berapi yang dibidikkan ke arah pesawat.


2.    2. Suku Kanibal


Korowai dan Kombai merupakan kelompok etnis yang berbeda yang berada di pedalam Papua. Masing-masing dengan bahasa mereka sendiri, tetapi mereka melakukan untuk mengelola dan juga berbagi praktek-praktek budaya yang mirip. Mereka terampil berburu, orang yang berburu mangsa termasuk kasuari dan babi hutan. Suku ini masih dalam perdagangan benda seperti tulang perhiasan dan pisau, dan mungkin baru diperkenalkan kepada logam dan ide pakaian di tahun 1970-an, ketika pertama misionaris tiba. Alat-alat seperti bambu yang tajam digunakan untuk mengiris daging, kerang untuk menampung air, dan air panas di batu tempat memasak.

Kanibalisme juga hal yang umum dalam sejarah kedua suku Kombai dan Korowai. Untuk Kombai, hal ini merupakan salah satu bentuk hukuman kesukuan, hanya dengan orang yang diidentifikasi sebagai dukun, dibunuh dan dimakan oleh masyarakat sebagai persembahan untuk jiwa dimakan oleh terdakwa. Kanibalisme penting dalam dunia gaib, mirip kepercayaan untuk Korowai dan mungkin juga telah dilakukan sebagai bagian dari sistem peradilan pidana mereka. Sepertinya pohon tidak dipercaya pada alam kematian, tetapi kematian yang disebabkan oleh sihir - juga diyakini menjadi penyebab perang antar suku.

3.    3. Suku Kerdil



Orang Pendek adalah makhluk cryptozoolgy yang dipercaya hidup tersebar di beberapa wilayah Sumatera seperti Bengkulu, Palembang dan Jambi. Nama-nama lain yang sering diasosiasikan dengan Orang Pendek antara lain : Atu Pendek, Ijaoe, Sedabo, Sedapa, Sindai, Uhang Pandak, Orang Letjo dan Orang Gugu. Makhluk ini memiliki tinggi hanya sekitar 70 cm, diselubungi oleh bulu gelap. Namun wajahnya relatif tidak diselimuti bulu. Kadang-kadang para saksi mendengar suara-suara aneh yang keluar dari mulutnya.

Legenda Orang pendek mulai terdengar sejak awal abad 20. Pada tanggal 21 Agustus 1915, Edward Jacobson menemukan sekumpulan jejak misterius di tepi danau Bento, di tenggara gunung Kerinci, Propinsi Jambi. Pemandunya yang bernama Mat Getoep mengatakan bahwa jejak sepanjang 5 inci tersebut adalah milik Orang Pendek.Luar biasanya, walaupun Orang Pendek umumnya berhabitat di Kerinci, propinsi jambi, namun penampakan makhluk ini terjadi di hampir seluruh Sumatera.

Pada tahun 1995 ketika gempa besar melanda Liwa, Lampung, beberapa penduduk lokal menyampaikan kepada para pekerja asing bahwa mereka menyaksikan Orang Pendek keluar dari hutan, mungkin takut akibat gempa besar tersebut.Para peneliti kemudian mulai mendapat kemajuan ketika pada tahun 2001, sekelompok tim ekspedisi amatir dari Inggris yang dipimpin oleh Adam Davies menemukan sekumpulan jejak yang dipercaya milik Orang pendek.





Artikel Terkait:

0 comments:

Post a Comment

Silahkan beri komentar sobat di bawah ini!
Komentar sobat akan sangat bermanfaat bagi kemajuan blog ini! :D Jangan lupa follow blog ini juga ;)
Mohon untuk tidak menggunakan nama ANONIM!
No SPAM !!!

Template by : dhitaprianthara Copyright@2012