September 2014 | Dhita Prianthara Blog September 2014 | Dhita Prianthara Blog| software | games | download | PS1 | Free

30 September 2014

NYERI SIKU AKIBAT TENDINITIS BICEPS BRACHII



Nyeri adalah sensori subyektif dan emosional yang tidak menyenangkan yang dapat terkait dengan kerusakan jaringan aktual maupun potensial, atau menggambarkan kondisi terjadinya kerusakan.
Dapat disimpulkan bahwa nyeri siku adalah suatu keadaan tidak nyaman yang disebabkan oleh kerusakan suatu jaringan atau tendon yang mengenai siku.

Definisi Tendonitis

Tendonitis atau tendinitis adalah peradangan atau iritasi tendon. Regangan terus-menerus, penggunaan berlebihan atau penyalahgunaan tendon yang menyebabkan cedera stres berulang, atau cedera akut yang serius dapat menyebabkan tendonitis.
Gejala tendonitis adalah nyeri, kekakuan, dan rasa terbakar di tendon dan daerah sekitarnya. Nyeri dapat memburuk selama dan setelah aktivitas yang melibatkan tendon.
Tendonitis biasanya terjadi pada ibu jari, siku, bahu, pinggul, lutut, dan pergelangan tangan, tetapi dapat terjadi di mana saja terdapat tendon.

Otot Biseps Brachii
Otot bisep brachii terdiri dari otot bisep kepala panjang dan pendek. Otot-otot ini melekat pada bagian depan bahu dan siku melalui tendon (tendon yang menghubungkan otot ke tulang). Fungsi utama dari otot bisep adalah menekuk siku (fleksi) dan membawa lengan keluar (supinate). Hal ini juga membantu dengan membawa lengan kita lurus ke atas di depan kita ke fleksi bahu. Aplikasi berulang atau tiba-tiba dari kekuatan abnormal pada tendon biseps dapat mengakibatkan kondisi akut di mana tendon biseps meradang untuk periode waktu yang dihasilkan dalam strain bisep atau tendonitis.

Jadi , Biseps tendonitis, juga disebut bicipital tendonitis, adalah peradangan pada tendon utama yang melekat bagian atas otot biseps ke bahu. Penyebab paling umum adalah terlalu banyak digunakan dari jenis pekerjaan tertentu atau kegiatan olahraga. Biseps tendonitis mungkin berkembang secara bertahap dari efek dan keausan, atau dapat terjadi tiba-tiba dari cedera langsung.
Tendinitis pada biceps brachii bisa menyebabkan nyeri sampai pada siku
Otot otot bisep pergi dari bahu ke siku di bagian depan lengan atas. Dua tendon menghubungkan bagian atas otot biseps ke bahu. Bagian atas dua tendon otot bisep disebut tendon biseps proksimal, karena mereka lebih dekat dengan bagian atas lengan.
Tendon proksimal utama adalah kepala panjang biseps. Ini menghubungkan otot bisep ke atas bahu soket, yang glenoid. Ini juga menyatu dengan pinggiran tulang rawan di sekitar glenoid, yang labrum. The labrum adalah lingkaran jaringan lunak yang mengubah permukaan datar glenoid ke soket yang lebih mendalam. Pengaturan ini meningkatkan fit dari bola yang sesuai dalam soket, kaput humerus.
Dimulai di bagian atas glenoid, tendon panjang biseps kepala berjalan di depan kaput humerus. Melewati tendon dalam alur bicipital humerus dan diadakan di tempat oleh ligamentum humeri transversus. Menyimpan pengaturan ini kaput humerus tergelincir terlalu jauh ke atas atau ke depan dalam glenoid.
Kepala pendek menghubungkan otot bisep pada proses coracoid scapula (tulang belikat). Proses yang coracoid kurus kecil dari kenop hanya di bagian depan bahu. Tendon biseps yang lebih rendah disebut distal tendon biseps. Kata distal berarti tendon lebih bawah lengan. Bagian bawah dari otot biseps menghubungkan ke siku oleh tendon ini. Membentuk otot pendek dan panjang kepala biseps tinggal terpisah sampai tepat di atas siku, di mana mereka bersatu dan terhubung ke distal tendon biseps. Maka dari itu apabila tendon biseps mengalami peradagan bisa menyebabkan nyeri pada siku .

Hal yang dapat dilakukan yakni dengan RICE pada masa akut dan modalitas berupa ultrasound atau TENS.
RICE pada masa akut ( 2 x 24 jam)
1. Rest
Diartikan dengan Istirahat. Yang dimaksudkan dengan istrahat ini, bahwa bagian tubuh yang cidera tersebut diistrahatkan dari aktivitas.
2. Ice
Ice yang dimaksud kali ini, yakni pemberian es di daerah yang cidera. Tujuan dari pemberian es ini yaitu agar pembuluh darah yang tadinya melebar (vasodilatasi), menjadi menyempit (vasokonstriksi), sehingga dengan adanya penyempitan (vasokonstriksi) pembuluh darah, maka akan disertai dengan menurunnya aktualitas bengkak dan nyeri pada daerah yang cidera.
3. Compress
Compress atau penekanan biasa diartikan dengan memberikan elastis perban didaerah yang cidera.
4. Elevate
Metode yang terakhir ini, berarti meninggikan daerah tubuh yang cidera Tujuan dari meninggikan daerah yang cidera tersebut yaitu, untuk membuat sirkulasi darah didaerah cidera menjadi lancar.

Modalitas yang bisa digunakan apabila sudah memasuki tahap kronis yakni dengan menggunakan,
Ultrasound (US)
Pemberian US bertujan untuk :
1. Rileksasi otot
2. Meningkatkan permeabilitas membran
3. Mengurangi nyeri
4. Mempercepat proses penyembuhan jaringan
Ultrasound bisa diberikan pada bagian yang dirasakan nyeri pada siku.

Selain Ultrasound (US) bisa juga menggunakan
Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS)
Pemberian TENS bertujuan untuk,
1. Memblokade rasa nyeri
2. Meningkatkan Lingkup Gerak Sendi ( LGS ) akibat radang pada biseps
3. Mengurangi rasa nyeri
4. Mengurangi spasme otot
Elektrode diletakkan pada biceps brachii dan elektrode yang lain diletakkan pada akar saraf yang terkena yakni pada nervus musculocutaneus akar saraf C5 - C6
Manual terapi yang bisa diberikan yakni berupa massage.
Massage adalah suatu teknik manipulasi pada jaringan lunak tubuh yang bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi darah, relaksasi otot, mengurangi nyeri, meregangkan otot dan meningkatkan oksigen dalam darah.

Teknik massage yang diberikan adalah Friction, yang mana friction merupakan bentuk manipulasi atau Massage ringan pada suatu titik tertentu pada jaringan dengan gerakan transversal atau melitang yang dikerjakan dengan ujung-ujung jari atau dengan ibu jari.
Pengaruh dan penggunaannya :

a. Membantu penyerapan hasil dari radang
b. Memperkembang pemberian nutrisi secara menyeluruh

Massage diberikan pada otot – otot yang spasme dimana spasme diakibatkan oleh adanya tendinitis atau radang disekitar otot biceps brachii.


READ MORE - NYERI SIKU AKIBAT TENDINITIS BICEPS BRACHII

28 September 2014

Nyeri pada Myofascial Syndrome M. Levator Scapula

Definisi 
Myofascial syndrome adalah sebuah sindrome yang muncul akibat teraktivasinya sebuah atau beberapa trigger point dalam serabut otot dan sering tidak terdiagnosis, myofascial syndrome terjadi karena cedera otot atau terjadi regangan secara berulang-ulang. Karakteristik dari myofascial syndrome adalah adanya nyeri ekstrim/hebat dan dalam yang berasal dari satu atau lebih otot dan fascia lapisan otot serta adanya satu atau lebih tempat berupa titik hipersensitif/sangat sensitif pada otot yang sakit. Dalam kegiatan mempertahankan posisi leher saat melakukan aktivitas membutuhkan peran sangat besar dari otot-otot verterbra. Salah satu otot leher  yang mempunyai peranan cukup besar adalah m.levator scapulae. Otot tersebut termasuk dalam otot tipe 1 atau tipe postural yang memiliki warna lebih merah, mempunyai kontraksi  landai (slow twitch fibre) dan berfungsi untuk stabilisasi serta mempertahankan posture. Posisi kerja yang salah dapat menyebabkan terjadinya ketegangan otot dan akan memperberat kerja otot leher dalam mempertahankan posisi postural. Nyeri yang terjadi pada m.levator scapulae memicu terjadinya nyeri di sudut leher dan bahu, sakit ini sering di gambarkan sebagai nyeri yang amat pedih terutama pada penggunaan aktif otot levator scapulae.

Anatomi dari m.levator scapulae
m. levator scapulae

Intervensi
Dalam menangani kasus nyeri pada myofascial syndrome m.levator scapulae yang pertama kita lakukan adalah melakukan anamnesis, kemudian kita melakukan palpasi pada daerah leher sampai ke bahu untuk mengetahui dimana titik nyeri dan spasme. Modalitas yang bisa digunakan adalah TENS, MWD, Ultra Sound, terapi latihan serta manual terapi.  
a.      TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation)
TENS merupakan suatu cara penggunaan energi listrik yang berguna untuk merangsang sistem saraf melalui permukaan kulit dan terbukti efektif untuk mengurangi berbagai tipe nyeri. Tens mampu mengaktivasi baik serabut saraf berdiameter besar maupun berdiameter kecil yang akan menyampaikan berbagai informasi sensoris ke sistem saraf pusat.
b.      MWD (Micro Wave Diathermy)
Micro Wave Diathermy merupakan suatu pengobatan dengan menggunakan stessor fisis berupa energi elektromagnetik yang dihasilkan oleh arus bolak-balik frekuensi 2450 MHz dengan panjang gelombang 12,25 cm.
c.       US (Ultra Sound)
Ultrasound therapy adalah suatu terapi dengan menggunakan getaran mekanik gelombang suara dengan frekuensi lebih dari 20.000 Hz. Yang digunakan dalam Fisioterapi adalah 0,5-5 MHz dengan tujuan untuk menimbulkan efek terapeutik melalui proses tertentu.
d.      Terapi Latihan
Beberapa latihan peregangan otot leher yang dapat digunakan dalam terapi latihan misalnya, active stretching, static stretching, dynamis stretching, PNF (proprioceptif Neurumuscular Facilitation), maupun passive stretching.
e.      Manual Terapi
Pada kasus myofascial syndrome pada muscle levator scapulae, masssage dapat digunakan untuk terapi penyembuhan. Massage adalah suatu teknik manipulasi pada jaringan lunak tubuh yang bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi darah, relaksasi otot, mengurangi nyeri, meregangkan otot dan meningkatkan oksigen dalam darah.  Massage berhubungan dengan gangguan pada otot antara lain spasme. Efek massage akan berhasil dengan memberikan penekanan secara langsung yg kemudian akan mengirimkan pesan yang panjang kepada sistem saraf pusat dan dengan segera akan terjadi peningkatan sirkulasi ke daerah yang mengalami gangguan atau spasme. Dengan peningkatan sirkulasi ini akan membuat jaringan otot lebih fleksibel dan elastik. Massage dapat  memperbaiki sirkulasi darah sehingga akan memperbaiki jumlah oksigen dan nutrisi ke dalam jaringan otot. Peningkatan nutrisi dan oksigen ini akan merelaksasikan otot dan akan membebaskan rasa sakit. Selain memperbaiki sirkulasi massage juga memperbaiki pengiriman nutrisi ke dalam jaringan otot. Jenis – jenis tehnik massage yakni : stroking, eflurage, petrissage, friction, tapotement/percussion, dan vibrasi. 


READ MORE - Nyeri pada Myofascial Syndrome M. Levator Scapula

Template by : dhitaprianthara Copyright@2012