Nyeri pada Myofascial Syndrome M. Levator Scapula | Dhita Prianthara Blog Nyeri pada Myofascial Syndrome M. Levator Scapula | Dhita Prianthara Blog| software | games | download | PS1 | Free

28 September 2014

Nyeri pada Myofascial Syndrome M. Levator Scapula

Definisi 
Myofascial syndrome adalah sebuah sindrome yang muncul akibat teraktivasinya sebuah atau beberapa trigger point dalam serabut otot dan sering tidak terdiagnosis, myofascial syndrome terjadi karena cedera otot atau terjadi regangan secara berulang-ulang. Karakteristik dari myofascial syndrome adalah adanya nyeri ekstrim/hebat dan dalam yang berasal dari satu atau lebih otot dan fascia lapisan otot serta adanya satu atau lebih tempat berupa titik hipersensitif/sangat sensitif pada otot yang sakit. Dalam kegiatan mempertahankan posisi leher saat melakukan aktivitas membutuhkan peran sangat besar dari otot-otot verterbra. Salah satu otot leher  yang mempunyai peranan cukup besar adalah m.levator scapulae. Otot tersebut termasuk dalam otot tipe 1 atau tipe postural yang memiliki warna lebih merah, mempunyai kontraksi  landai (slow twitch fibre) dan berfungsi untuk stabilisasi serta mempertahankan posture. Posisi kerja yang salah dapat menyebabkan terjadinya ketegangan otot dan akan memperberat kerja otot leher dalam mempertahankan posisi postural. Nyeri yang terjadi pada m.levator scapulae memicu terjadinya nyeri di sudut leher dan bahu, sakit ini sering di gambarkan sebagai nyeri yang amat pedih terutama pada penggunaan aktif otot levator scapulae.

Anatomi dari m.levator scapulae
m. levator scapulae

Intervensi
Dalam menangani kasus nyeri pada myofascial syndrome m.levator scapulae yang pertama kita lakukan adalah melakukan anamnesis, kemudian kita melakukan palpasi pada daerah leher sampai ke bahu untuk mengetahui dimana titik nyeri dan spasme. Modalitas yang bisa digunakan adalah TENS, MWD, Ultra Sound, terapi latihan serta manual terapi.  
a.      TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation)
TENS merupakan suatu cara penggunaan energi listrik yang berguna untuk merangsang sistem saraf melalui permukaan kulit dan terbukti efektif untuk mengurangi berbagai tipe nyeri. Tens mampu mengaktivasi baik serabut saraf berdiameter besar maupun berdiameter kecil yang akan menyampaikan berbagai informasi sensoris ke sistem saraf pusat.
b.      MWD (Micro Wave Diathermy)
Micro Wave Diathermy merupakan suatu pengobatan dengan menggunakan stessor fisis berupa energi elektromagnetik yang dihasilkan oleh arus bolak-balik frekuensi 2450 MHz dengan panjang gelombang 12,25 cm.
c.       US (Ultra Sound)
Ultrasound therapy adalah suatu terapi dengan menggunakan getaran mekanik gelombang suara dengan frekuensi lebih dari 20.000 Hz. Yang digunakan dalam Fisioterapi adalah 0,5-5 MHz dengan tujuan untuk menimbulkan efek terapeutik melalui proses tertentu.
d.      Terapi Latihan
Beberapa latihan peregangan otot leher yang dapat digunakan dalam terapi latihan misalnya, active stretching, static stretching, dynamis stretching, PNF (proprioceptif Neurumuscular Facilitation), maupun passive stretching.
e.      Manual Terapi
Pada kasus myofascial syndrome pada muscle levator scapulae, masssage dapat digunakan untuk terapi penyembuhan. Massage adalah suatu teknik manipulasi pada jaringan lunak tubuh yang bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi darah, relaksasi otot, mengurangi nyeri, meregangkan otot dan meningkatkan oksigen dalam darah.  Massage berhubungan dengan gangguan pada otot antara lain spasme. Efek massage akan berhasil dengan memberikan penekanan secara langsung yg kemudian akan mengirimkan pesan yang panjang kepada sistem saraf pusat dan dengan segera akan terjadi peningkatan sirkulasi ke daerah yang mengalami gangguan atau spasme. Dengan peningkatan sirkulasi ini akan membuat jaringan otot lebih fleksibel dan elastik. Massage dapat  memperbaiki sirkulasi darah sehingga akan memperbaiki jumlah oksigen dan nutrisi ke dalam jaringan otot. Peningkatan nutrisi dan oksigen ini akan merelaksasikan otot dan akan membebaskan rasa sakit. Selain memperbaiki sirkulasi massage juga memperbaiki pengiriman nutrisi ke dalam jaringan otot. Jenis – jenis tehnik massage yakni : stroking, eflurage, petrissage, friction, tapotement/percussion, dan vibrasi. 




Artikel Terkait:

0 comments:

Post a Comment

Silahkan beri komentar sobat di bawah ini!
Komentar sobat akan sangat bermanfaat bagi kemajuan blog ini! :D Jangan lupa follow blog ini juga ;)
Mohon untuk tidak menggunakan nama ANONIM!
No SPAM !!!

Template by : dhitaprianthara Copyright@2012