Trigger Points | Dhita Prianthara Blog Trigger Points | Dhita Prianthara Blog| software | games | download | PS1 | Free

21 December 2011

Trigger Points

Trigger Points adalah daerah kecil yang sangat lunak dalam jaringan halus yang mengerakkan atau menyebabkan rasa sakit. Trigger Points sebenarnya daerah jaringan lokal yang rusak, iritasi, radang, dan bengkak, dimana sangat peka untuk disentuh atau ditekan. Rasa sakit mungkin dirasakan secara lokal pada daerah yang lunak, atau mungkin ditujukan pada bagian tubuh yang jauh. Menggunakan otot-otot yang terpengaruh mungkin juga mengerakkan rasa sakit.

Kerusakan jaringan halus sembuh dalam beberapa waktu oleh suatu proses formasi luka. Ketika jaringan luka membentuk, ini menghasilkan suatu pembalut yang keras atau erat dalam otot yang dapat dirasakan dengan ujung jari. Jaringan luka dapat menjerat saraf menyebabkan iritasi dan menjadi trigger point untuk rasa sakit yang berlanjut. Tanpa perawatan yang benar, rasa sakit dan limitasi akan gerakan menyebar ke otot-otot lainnya.

Usaha untuk merawat rasa sakit akan trigger points dengan pemanas, penawar rasa sakit, atau obat anti peradangan tidak berhasil sewaktu jaringan luka telah terbentuk karena obat-obat tidak masuk ke dalam luka. Terapi fisik dan penyesuaian chiropractic mungkin meningkatkan rasa sakit untuk sementara, tetapi mereka juga gagal untuk melenyapkan jaringan luka, oleh karena itu, rasa sakit mulai lagi ketika aktivitas dilanjutkan. Rasa sakit dan iritasi dari trigger points mempengaruhi tidur, kegiatan sehari-hari dan kwalitas kehidupan.


Apa yang menyebabkan trigger points?



Penyebab-penyebab kerusakan jaringan halus yang paling umum menghasilkan dalam formasi pada trigger points termasuk sebagai berikut:
  1. Cedera kecelakaan seperti terjatuh, pukulan cemeti, atau gerakan lain yang tiba-tiba menghasilkan otot lokal dan ikatan sendi tulang yang ketarik atau keseleo.
  2. Otot-otot yang kelebihan dari gerakan yang berulang-ulang dalam kerjaan atau olahraga, membuat keseleo seperti “tennis elbow”, atau “leher yang kaku”.
  3. Ketegangan yang berkepanjangan, stress, kekurangan olahraga atau posisi tubuh tidak baik menyebabkan kekejangan otot di kepala, muka, rahang, leher dan punggung bawah.
  4. Kondisi-kondisi medis seperti kekurangan thyroid atau produksi estrogen yang rendah yang menganggu kimia di dalam semua otot-otot yang menghasilkan sakit otot pada keseluruhan.

Trigger points didiagnosa dengan pemeriksaan fisik. Dokter-dokter memeriksa otot-otot di daerah lunak daripada taut bands dan knots. X-rays, biopsies, dan pemeriksaan laboratorium tidak berguna dalam mendeteksi trigger points, tetapi mungkin berguna dalam menyatakan kondisi yang mendasari.

Dapatkah trigger points yang kambuh dapat dicegah?


Melakukan olahraga-olahraga yang spesial di rumah paling tidak 3 kali sehari sangat penting untuk pemulihan secara penuh. Memar sedikit dapat dibantu dengan lapik pemanas basah, atau pengobatan yang diberikan oleh dokter. Mandi hangat di pagi hari dan pada waktu tidur dapat mengendorkan otot-otot dan mengistirahatkan. Setelah perawatan, rasa sakit dari trigger point hilang atau sangat meningkat. Tempat yang lunak lainnya di tubuh mungkin nanti berasa lebih sakit, membuat kesan bahwa rasa sakit telah berpindah. Kesan pada “perpindahan” ini menyatakan perawatan trigger point yang terburuk telah berhasil.

Trigger Point Therapy harus berlanjut sampai semua trigger points disingkirkan. Walaupun perawatannya berhasil, trigger points dapat timbul jika masalah-masalah medis, seperti thyroid atau kekurangan estrogen, disc disease, atau osteoarthritis tidak dirawat.

Sikap tubuh yang baik, mekanika tubuh, olahraga rutin, dan teknik pengurangan stress dapat membantu menurunkan bahaya untuk kekejangan otot-otot.

Apa pengaruh dari Trigger Point Therapy?


Ini membantu menghilangkan zat-zat yang meradang pada otot yang berkumpul ketika otot-otot menjadi kejang. Manfaat utama dari trigger point therapy adalah untuk membiarkan pasien untuk lebih berpartisipasi secara efektif dalam program rehabilitasi. Trigger point therapy mengendurkan kelompok-kelompok otot yang dengan demikian meningkatkan perkembangan pasien dalam terapi fisik dan mobilisasi tulang sendi

Kondisi apakah Trigger Point Therapy sangat membantu?


Trigger Point Therapy adalah perawatan yang paling efektif untuk rasa sakit yang disebabkan oleh trigger points. Pendekatan yang luas terdiri dari teknik manual yang unik dimana memecahkan jaringan luka yang telah dibentuk. Trigger point therapy diikuti dengan program terapi fisik dan olahraga yang spesial untuk mengurangi kesakitan dan membantu penyembuhan. Trigger point therapy sangat efektif dalam perawatan berbagai macam kondisi yang sakit seperti:

  • Cedera olahraga seperti tennis elbow, golf shoulder, cedera saat berlari
  • Muscular disorders,  kejang urat
  • Kecelakaan kendaraan bermotor, pukulan cemeti, dsb
  • Stress yang berulang-ulang: overload syndrome seperti sakit pada leher dan punggung pada pekerja dan murid yang mengunakan computer
  • Scoliosis dengan trigger points
  • Gerakan yang sakit dan terbatas dikarenakan gangguan pada sendi atau penyakit pada sendi
  • Rasa sakit setelah operasi, terutama pada daerah luka
  • Sakit kepala, tekanan, stress
  • Sakit pada punggung dan leher
  • Sakit pada bahu: masalah rotator cuff, trigger points, golf atau tennis shoulder
  • Bahu yang kaku atau pergerakan bahu yang sakit dan terbatas
  • Sakit pada dada
  • Sakit pada pinggul & tungkai bagian bawah yang berkaitan dengan masalah otot-otot
  • Sakit pada lutut
  • Sakit pada pergelangan kaki, keseleo
  • Sakit pada kaki termasuk heel spurs, pain in sole
  • Gangguan Temporomandibular joint (TMJ)

Seberapa sering saya membutuhkan trigger point therapy?


Satu otot mungkin harus dirawat beberapa kali berturutan, lebih dari beberapa janji. Ini dapat terjadi selama sebulan atau kira-kira segitu. Kekhawatiran orang-orang adalah mereka akan memerlukan perawatan yang tak terhitung. Kami telah menemukan bahwa sekali kami mengunakan terapi untuk mengatasi rasa sakit, orang-orang dapat sering menahan rasa sakit dengan meregangkan otot-otot mereka acapkali dan berada pada kondisi yang baik. Therapist anda mungkin memutuskan untuk menyediakan beberapa janji untuk perawatan setiao 1-2 minggu tergantung pada kondisi anda.

Apakah trigger point therapy menyakitkan?


Iya. Trigger points therapy dapat dilokalisir oleh applikasi pada tekanan ke otot dengan ujung jari atau dengan pemerahan diantara jari jempol and jari telunjuk. Ini sering menekankan rasa sakit secara lokal dan pada daerah yang ditujukan. Banyak orang menemukan bahwa rasa sakit akan tekanan dapat ditahankan. Pasien-pasien sering mengalami “rasa sakit yang baik” dan semakin kami menemukan dan merawat mereka, semakin bermanfaat mereka itu.

Dapatkah Trigger Point Therapy membuatku bertambah parah?


Tidak. Terapi ini sangat aman dan tidak membuat orang bertambah parah. Tetapi, sejak kompresi melalui otot-otot, daerah yang terluka berkembang 2-4 hari setelah perawatan.

Adakah komplikasi lainnya?


Di beberapa daerah, pembuluh darah dan urat syaraf dapat menyebabkan masalah, dan therapist anda dapat mendiskusikan ini dengan anda.

Apa yang harus saya harapkan selama kunjungan pertama saya?


Therapist Trigger Point anda akan membutuhkan anda mengisi formulir sejarah kesehatan. Setelah itu therapist akan memulai dengan menanyakan anda pertanyaan untuk menentukan daerah apa yang perlu dikerjakan, jika ada kondisi memerlukan untuk ditujukan dan untuk menentukan jika pemijatan cocok pada anda. Therapist Trigger Point anda mungkin melakukan beberapa pemeriksaan dan menguji untuk mengevaluasi kondisi anda, dan untuk melihat jika anda mempunyai keluhan-keluhan yang ingin diutarakan.

Dimana perawatan trigger point akan dilaksanakan?


Sesi terapi anda akan berlangsung di tempat yang hangat, nyaman, sunyi. Anda akan berbaring di meja pemijatan yang di tata khusus untuk kenyamanan anda.

Apa yang harus saya gunakan selama Trigger Point Therapy?


Bergantung pada teknik utama yang digunakan therapist anda, anda mungkin perlu atau tidak perlu menanggalkan pakaian. Untuk terapi tungkai bagian bawah, banyak orang mengenakan celana pendek dan untuk punggung atas, banyak orang menanggalkan pakaian atasnya. Tetapi, untuk wanita, anda dapat memilih untuk melepaskan bh anda untuk mengakses otot-otot tulang belakang lebih baik. Therapist anda akan memberikan anda keleluasaan pribadi untuk mengganti ke gaun atau anda akan ditutupi dengan handuk kecuali daerah yang akan dikerjakan.

Apa yang saya lakukan selama sesi terapi pemijatan?


Buatlah anda merasa nyaman. Jika therapist anda menginginkan anda untuk menyesuaikan posisi anda, dia akan memindahkan anda atau meminta anda untuk pindah apa yang diperlukan. Sebaliknya, ganti posisi anda kapanpun untuk membuat anda sendiri nyaman. Jangan ragu-ragu bertanya pertanyaan kapanpun. Therapist anda mungkin menanyakan beberapa pertanyaan untuk menentukan tingkat kenyamanan anda.

Bagaimana perasaannya?


Trigger point Therapy bekerja dengan menimbulkan rasa sakit pasien ke tingkat yang dapat ditahankan. Pada umumnya trigger point therapy mungkin dimulai dengan serangan yang luas, mengalir (effleurage) yang akan membantu menenangkan sistem nerves dan mengendorkan tekanan pada otot-otot luar. Selama tubuh anda menjadi santai, teknik kompresi yang spesifik akan diterapkan secara berangsur-angsur mentidak-aktifkan trigger points yang aktif untuk meringankan rasa sakit pasien. Sering, sedikit minyak atau lotion digunakan untuk memberikan otot-otot anda untuk dirawat tanpa menyebabkan pengesekan yang berlebihan pada kulit. Jangan ragu-ragu untuk mengatakan jika anda merasakan ketidaknyamanan sehingga therapist dapat menggunakan pendekatan atau teknik lainnya.

Akankah minyak yang digunakan selama pemijatan membuat-ku break-out?


Therapist menggunakan minyak pemijatan yang alami atau lotion. Tetapi, jika anda mempunyai kepekaan terhadap tipe minyak tertentu atau lotion, tolong berikan perhatian kepada massage therapist. Therapist mempunyai bermacam-macam persediaan minyak dan lotion.

Apakah trigger point massage selalu cocok?


Tidak, ada beberapa kondisi medis yang dapat membuat trigger point therapy tidak cocok. ini sangat penting bahwa anda memberitahukan dokter masalah kesehatan atau pengobatan yang anda ambil. Jika anda dibawah perawatan dokter, ini sangat disarankan bahwa anda menerima rekomendasi tertulis untuk terapi pemijatan sebelum sesi apapun. Therapist pemijatan anda mungkin memerlukan sebuah rekomendasi atau persetujuan dari dokter anda.

Seberapa lama satu sesi akan berlangsung?


Trigger Point Therapy rata-rata berlangsung kurang lebih 45 menit. Ini memberikan waktu untuk myotherapist untuk memusatkan pada kelompok otot-otot seperti leher dan bahu atau tungkai bagian bawah. Banyak orang lebih suka 60 -90 menit terapi sesi untuk meringankan rasa sakit secara optimal dan relaksasi. Selalu memberikan waktu relaksasi sebelum dan sesudah sesi terapi.

Bagaimana yang akan saya rasakan setelah perawatan?


Beberapa orang mungkin merasakan sedikit sakit selama 1-2 hari. Selagi tubuh sembuh, banyak mengalami kebebasan dari rasa sakit jangka panjang dikembangkan dari tegangan atau aktivitas yang berulang.

Bagaimana jika Trigger Point Therapy tidak membantu mengurangi rasa sakit-ku?

Jika trigger point therapy tidak efektif dalam mengurangi rasa sakit anda, cara-cara lain yang dilakukan (seperti chiropractic, osteopathic, olahraga-olahraga medis, teknik stimulasi elektris, dsb) mengatur rasa sakit tergantung pada kondisi anda

Apakah trigger points tercakup oleh asuransi?

Iya. Periksa dengan perusahaan asuransi anda.


Sumber : Klik Disini




Artikel Terkait:

0 comments:

Post a Comment

Silahkan beri komentar sobat di bawah ini!
Komentar sobat akan sangat bermanfaat bagi kemajuan blog ini! :D Jangan lupa follow blog ini juga ;)
Mohon untuk tidak menggunakan nama ANONIM!
No SPAM !!!

Template by : dhitaprianthara Copyright@2012