Profesi Sebagai Fisioterapis dan Hubungannya Dengan Low Back Pain | Dhita Prianthara Blog Profesi Sebagai Fisioterapis dan Hubungannya Dengan Low Back Pain | Dhita Prianthara Blog| software | games | download | PS1 | Free

28 April 2016

Profesi Sebagai Fisioterapis dan Hubungannya Dengan Low Back Pain

Sebagai seorang fisioterapis yang bekerja di klinik swasta ataupun rumah sakit tentunya sering menangani pasien yang terkena penyakit pada punggung bagian bawah atau yang lebih sering dikenal dengan istilah Low Back Pain. Low Back pain merupakan suatu sindroma klinik yang ditandai dengan dengan gejala utama berupa nyeri yang atau perasaan yang tidak nyaman di daerah punggung bawah. Semua orang pernah mengalami penyakit ini tidak terkecuali seorang fisioterapis yang bekerja di klinik swasta akibat dari aktivitasnya sehari-hari dalam menangani pasien. Low back pain yang merupakan suatu kondisi nyeri akut yang diperberat dengan adanya gerakan yang membungkuk yang dilakukan secara terus menerus.
Penyebab dari timbulnya Low Back Pain pada Fisioterapis yang bekerja di klinik adalah sebagai berikut:

S1. Sikap tubuh atau postur yang jelek saat menangani pasien
Akibat dari kebiasaan seorang fisioterapis dalam memberikan intervensi kepada pasien dengan cara yang kurang ergonomis merupakan salah satu penyebab dari timbulnya low back pain. Sikap kerja seperti berdiri dan membungkuk ke depan, tidak tegak, kepala menunduk, dan punggung bawah yang hiperlordosis juga dapat menimbulkan terjadinya sindroma ini. Apalabila kebiasaan-kebiasaan tersebut diulangi terus menerus dan dalam jangka waktu yang lama akan dapat menimbulkan keluhan pada tulang belakang bagian bawah.
22. Posisi bed pasien yang terlalu tinggi dan tempat untuk menaruh alat (Modalitas fisioterapi) yang kurang memenuhi standar ergonomi.
Posisi bed yang terlalu tinggi akan sangat mempengaruhi kondisi seorang fisioterapis. Bed yang tinggi dan posisi alat (modalitas) yang pendek dapat meningkatkan resiko terjadinya nyeri punggung bawah karena kondisi tersebut mengharuskan seorang fisioterapis untuk melakukan gerakan membungkuk secara terus menerus dalam dalam jangka yang lama. Hal tersebut nantinya akan mengakibatkan ketegangan yang terjadi pada otot-otot punggungan akibat dari penggunaan yang terlalu berlebihan (overuse) sehingga dapat menimbulkan nyeri. Begitu pula dengan tempat untuk menaruh alat-alat yang digunakan untuk memberikan intervensi kepada pasien yang juga tidak ergonomis (pendek).
33.  Duduk dan berdiri dalam jangka waktu yang lama
Duduk dan berdiri dalam jangka waktu yang lama pada saat bekerja di klinik juga sangat mempengaruhi terjadinya keluhan low back pain. Duduk dan berdiri dalam jangka waktu yang lama terlebih dalam posisi yang tidak tepat menimbulkan terjadinya ketegangan otot-otot pinggang dan dapat merusak jaringan-jaringan lunak disekitarnya.
Upaya penanggulangan dari penyakit Low Back Pain adalah sebagai berikut:
11. Selalu memperhatikan aspek ergonomis dalam melakukan pekerjaan seperti sikap tubuh yang tidak terlalu membungkuk ke depan, memperhatikan cara mengambil barang yang berat, dan selalu memperhatikan posisi tubuh kita sendiri agar sesuai dengan aspek-aspek ergonomi saat memberikan intervensi pasien.
22. Dalam memberikan intervensi kepada pasien, jika bed yang ada terlalu tinggi maka fisioterapis dapat menggunakan bangku sehingga posisi kita menjadi nyaman dan ergonomis. Hendaknya poisisi tempat untuk menaruh alat-alat fisioterapi juga disesuaikan dengan kondisi yang ergonomis sehingga timbulnya nyeri akibat dari low back pain dapat dihindari.
33. Duduk dan berdiri dalam jangka waktu yang lama juga dapat menimbulkan terjadinya nyeri pada punggung bawah, oleh karena itu kita harus memperbaiki sikap kita dalam bekerja. Jika kita duduk, duduklah dalam posisi yang benar, tempat duduk yang nyaman dan memiliki punggung kursi sebagai tempat untuk bersandar. Pada saat duduk, dalam waktu yang lama hendaknya seluruh punggung kontak dengan dengan kursi dan selingan dengan melakukan peregangan (stretching) dalam jangka waktu 1 jam. Waktu berdiri, usahakan berdiri dengan posisi yang baik, hindari berdiri terlalu lama dan selingi dengan jongkok. Bila mengangkat beban yang berat misalnya memidahkan pasien dari kursi roda ke bed hendaknya memperhatikan cara mengangkat yang benar seperti reganggkan terlebih dahulu kedua kaki kemudian tekuk lutut dan posisi punggung harus dalam keadaan tetap tegak.
44. Selalu melakukan olahraga yang rutin dan teratur untuk mencegah terjadinya keluhan yang ditimbulkan oleh adanya nyeri punggung bawah (Low back pain) dan memperkuat otot-otot tubuh terutama pada punggung baguan bawah.


Artikel Terkait:

0 comments:

Post a Comment

Silahkan beri komentar sobat di bawah ini!
Komentar sobat akan sangat bermanfaat bagi kemajuan blog ini! :D Jangan lupa follow blog ini juga ;)
Mohon untuk tidak menggunakan nama ANONIM!
No SPAM !!!

Template by : dhitaprianthara Copyright@2012